FSLDK Gamais ITB

Coming Soon

In Uncategorized on September 30, 2010 at 6:57 pm

Rangkaian kata-kata yang dituangkan dalam sebuah buku

“MENUJU KAMPUS MADANI”

oleh Ridwansyah Yusuf Achmad

This October!

Advertisements

Gamais ITB road to Ambon Manise @020710

In Ambon Manise on July 21, 2010 at 1:52 am
Saturday, 10 July 2010 at 18:38
By Feriyanto -Si’08
Hari kedua pun dimulai, kafilah Gamais mengalami keterlambatan dalam mengikuti acara yang disusun panitia dikarenakan keterlambatan armada jemputan yang menjemput kami. Mudah-mudahan tidak mengurangi kebermanfaatan acara ini. Acara pagi dimulai dengan diskusi panel antara ketua-ketua organisasi pemuda yang ada di Indonesia. Diantaranya ada dari ketua KAMMI pusat, ketua PB HMI, ketua PP IMM, ketua PB PMII, dan tak lupa ketua puskomnas FSLDK. Tema yang diangkat adalah Regenerasi / Outlook peran FSLDK dan pergerakan Pemuda Islam dalam menyonsong Indonesia BARU, tema yang sangat menarik. Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Serbuan pertanyaan tak dapat dihindarkan, namun tetap kondusif dan terkendali.
Diskusi panel antar pemimpin organisasi kepemudaan

Ada sebuah pertanyaan menarik dari diskusi tersebut, “mana yang lebih baik, seorang wanita yang berjilbab tapi suka sering berbohong atau perempuan yang jujur tapi tidak memakai jilbab??” silahkan jawab sendiri,..

Setelah selesai, peserta berbondong-bondong pergi ke Masjid kampus Unpatti untuk shalat jum’at. Dan makanan pun telah siap terhidang setelah shalat jum’at selesai dilaksanakan.

Setelah rangkaian istirahat yang dilakukan. Peserta dimobilisasi ke gong perdamain dunia, WORLD PEACE GONG, di kota Ambon. Salah satu simbol cita-cita luhur bangsa Indonesia akan perdamaian di dunia. Bergiliran, satu persatu orasi di lakukan.

Aksi Ridwansyah Yusuf Achmad di world peace gong

Orasi pertama dilakukan oleh salah satu kader terbaik Gamais, Ridwansyah Yusuf Achmad. Beliaulah yang pertama-tama membakar semangat para peserta dalam memperjuangkan kedamaian di dunia. Karena kita, umat islam, adalah umat yang cinta kedamaian.

Satu tekad perdamaian dunia

Gamais ITB mengisnpirasi perdamaian dunia

Walaupun sempat dihujani air dari langit Ambon manise, tapi semangat tiap peserta dalam mengikuti setiap bentuk aksi di gong perdamaian tak surut walau sejengkal. Orasipun selesai, ditutup dengan pembacaan deklarasi dan do’a. Do’a untuk segenap warga dunia yang belum menikmati kedamaian, terlebih buat saudara kita di Palestina, Irak, Afghanistan, Kashmir, Chechna, Kirgystan dan negara-negara muslim lainnya. Bagi yang membaca, dipersilahkan untuk turut serta mendoakan.

Do’a bersama untuk perdamaian dunia

Serangkain acara di world peace gong pun selesai, dan kami pun kembali dimobilisasi ke tempat menginap kami untuk mengganti baju yang basah. Perlu di ketahui, jarak antara Unpatti dan kota Ambon, sekitar 1 jam perjalanan darat.

Semangat no.1!!!

Hujan malam yang menghujam bumi Ambon, tak membuat gentar para peserta dalam mengikuti rangkaian acara selanjutnya. Karena pembicara belum datang, panitia mempersilahkan Ridwansyah Yusuf Achmad untuk mengisi disela-sela waktu sebelum pembicara hadir.
Pembicara malam itu pun urung hadir, dan acara dinyatakan selesai, kafilah Gamais pun kembali ke sarangnya.

Semangat inspirasi

Bincang malam tentang manajerial LDK

Bincang bareng kafilah dari Papua

Ngobrol-ngobrol tentang ke-LDK-an

Gamais ITB road to Ambon Manise @010710

In Ambon Manise on July 21, 2010 at 1:46 am
Friday, 09 July 2010 at 06:53
By Feriyanto -Si’08

FS Nas pun dibuka,.

FSLDKN 15 Ambon

Pembukaan diawali dengan senandung Indonesia Raya yang membahana di auditorium Universitas Pattimura, Ambon Manise. Segenap peserta dan seluruh Rakyat Indonesia yang mendengar lagu ini, langsung berdiri dengan takzim, penuh semangat dan rasa haru mengingat segala perjuangan, pengorbanan dan tetesan darah yang telah diberikan untuk bisa mengumandangkan lagu ini.

Marilah kita berseru,..Indonesia bersatu,.. sangat terasa penggalan lagu ini, mengingat yang datang Fs Nas adalah seluruh mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air, Aceh, Medan, Bengkulu, Lampung, Riau, Batam, Bandung, Cirebon, Solo, Surabaya, Jakarta, Banten, Samarinda, Balikpapan, Bali, Mataram, Makassar, Bau-Bau, Manado, Palu, Halmahera, Ternate, Jayapura, Sorong dan berbagai daerah lain yang lumayan cape kalau saya tuliskan semua. Inilah Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan tilawah al-qur’an, qori membacakan surat as-shoff, mengingatkan kembali kepada segenap hadirin untuk senantiasa bahu-membahu dan saling menguatkan dalam setiap langkah perjuangan kebaikan. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Setelah itu, berbagi sambutan pun menyerbu, di mulai dari sang ketua panitia FS Nas, sambutan dilanjutkan oleh ketua LDK Unpatti. Dari pihak rektorat, sang rektor langsung yang memberi sambutan, perlu diketahui, rektor Unpatti adalah seorang kristen, inilah contoh toleransi yang kental di bumi para raja. Suatu yang harus senantiasa kita jaga.

Sambutan terakhir diberikan oleh wakil Gubernur Maluku, dilanjutkan pembukaan acara oleh segenap pemberi sambutan diwakili oleh pak rektor dan wakil gubernur, secara simbolis pembukaan dilakukan dengan memukul tifa, semacam bedug, khas maluku.

Pemukulan gendang khas maluku sebagai tanda dibukanya FS Nas 15

Setelah serangkaian pembukaan, acara dilanjutkan dengan pementasan drama oleh tuan rumah, tema drama yang diangkat adalah kerinduan Ibu pertiwi akan insan-insan yang peduli akan nasib bangsanya dan rela berjuang untuk indonesia yang lebih baik. Mengajak kepada setiap hadirin untuk selalu melakukan yang terbaik untuk Indonesia. Drama selesai dan langsung disusul pementasan tari, sebuah pagelaran kesenian khas Maluku.
Acara dilanjutkan dengan makan siang dan persiapan shalat.
Setelah shalat, kafilah Gamais langsung meminta ijin kepada panitia untuk mendirikan stand konsultasi manejerial LDK dan penjulan buku terbitan Gamais. Tak lupa kami pun membagikan paket booklet dan CD PMB kepada peserta yang beruntung, beruntung karena kami hanya membawa sekitar 50 paket. Paket ini kami berikan gratis. Selain paket CD dan boklet, kami juga membagikan CD yang berisi tentang berbagai hal tentang Gamais. CD ini pun gratis. Semoga setiap apa yang kami berikan memberikan manfaat terbaik bagi setiap pihak.

Hari pertama, buku yang kami bawa sekitar 40 buah dan langsung habis hari itu juga. Laris manis. Begitupun dengan paket CD booklet, habis dalam hitungan detik. Namanya juga gratis.
Malam hari, acara dilanjutkan dengan peluncuran buku-buku ke-LDK-an. Alhamdulillah, dari gamais meluncurkan 3 buku dan dari UPI merilis 1 buku. Kang adjie dan kang agung, sebagai penulis buku memberikan gambaran tentang buku yang mereka buat. Peserta sangat antusias dengan buku-buku yang diluncurkan, walaupun buku-buku tersebut belum terbit. Memang, referensi-referensi tentang LDK harus terus ditambah untuk akselerasi dakwah kampus indonesia.

Acara hari pertama pun selesai, dan setiap peserta kembali di mobilisasi ke tempat menginapnya masing-masing, istirahat untuk menyiapkan semangat terbaik untuk rangkaian acara esok harinya.